Anitisipasi Penyebaran Virus Nipah dari Malaysia, BKP Tanjungpinang Perketat Pengawasan
Balai Karantina Pertanian (BKP) Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau memperketat pengawasan di pintu masuk pelabuhan dan bandara

Bagikan:

KEPULAUAN RIAU - Balai Karantina Pertanian (BKP) Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau memperketat pengawasan di pintu masuk pelabuhan dan bandara untuk mencegah potensi penyebaran virus nipah dari Malaysia.

"Virus nipah yang menyerang peternakan babi di Malaysia harus menjadi kewaspadaan kita semua, karena penyakit ini bersifat zoonosis yang artinya dapat menular dari hewan ke manusia," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo Nugroho di Tanjungpinang, dilansir Antara, Senin 01 Februari.

Upaya antisipasi dilakukan dengan kegiatan rutin operasi patuh karantina, salah satunya di Pelabuhan ASDP di Tanjunguban Bintan.

Raden menyebut pelaksanaan operasi patuh adalah implementasi dari Pasal 82 UU No. 21 Tahun 2019.

Dengan dilaksanakannya operasi patuh ini, kata dia, maka akan diketahui tingkat kepatuhan dan kepedulian masyarakat akan pentingnya kesehatan, keamanan komoditas pertanian yang dilalulintaskan.

"Apabila ditemukan pelanggaran maka dikedepankan mengedukasi masyarakat untuk patuh dan lapor karantina," ujarnya.

Operasi patuh karantina, lanjut Raden, merupakan eksistensi Pejabat Karantina Pertanian ke masyarakat di semua tempat pemasukan dan pengeluaran, baik itu di pelabuhan maupun bandara.

Operasi patuh juga bertujuan untuk mengembangkan sinergitas dengan instansi terkait di pelabuhan, sehingga hasil operasi patuh akan menjadi bahan evaluasi dan penentu kebijakan pimpinan.

"Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh alat angkut yang datang maupun yang akan berangkat, media pembawa dan penumpang serta barang tentengan dari dan ke Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan)," imbuhnya.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Raden menyatakan pihaknya menjaring tiga mobil pribadi yang membawa bibit tanaman (buah, hias, obat) tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dari daerah asal, dan satu mobil pribadi yang lain juga membawa sayuran, buah-buahan dan sosis.

"Terhadap pelaku pelanggaran dilakukan edukasi oleh Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang," jelas Raden.

Selain info tentang antisipasi penyebaran virus Nipah di Tanjung Pinang, ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!